Akhir Perjalanan Atlético Madrid harus menerima kenyataan pahit setelah tersingkir dari tiga kompetisi utama hanya dalam waktu satu bulan. Harapan mereka untuk meraih gelar pupus setelah mengalami kekalahan di berbagai ajang, termasuk LaLiga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Laga terakhir mereka melawan Barcelona menjadi penanda berakhirnya perjalanan tim asuhan Diego Simeone musim ini.
Barcelona Unggul dalam Segala Aspek
Pada pertandingan melawan Barcelona, tim Hansi Flick menunjukkan keunggulan yang nyata. Sejak menit-menit awal, Barcelona mendominasi jalannya laga dengan permainan cepat dan tekanan tinggi yang membuat Atletico kesulitan.
Insiden kontroversial terjadi pada menit ke-6 ketika César Azpilicueta melanggar Raphinha. Wasit Munuera Montero awalnya memberikan kartu kuning, namun setelah tinjauan VAR, keputusan tersebut tetap tidak berubah.
Barcelona terus menekan Atletico dengan serangkaian serangan berbahaya. Dominasi mereka menghasilkan gol pembuka pada menit ke-27 melalui Ferran Torres. Berawal dari umpan sempurna Lamine Yamal, Ferran berhasil memanfaatkan kesalahan kiper Musso yang tampil kurang meyakinkan menggantikan Jan Oblak.

Perjuangan Atletico di Babak Kedua
Meski tampil buruk di babak pertama, Atletico mencoba bangkit pada babak kedua dengan memasukkan Lenglet, Galán, dan Sorloth. Pergantian ini memberikan energi baru bagi tim merah putih. Sorloth sempat mendapatkan peluang emas, tetapi tembakannya tidak menemui sasaran. Golnya kemudian dianulir oleh wasit, menambah kesialan bagi Atletico.
Hansi Flick merespons ancaman dari Atletico dengan memasukkan Ronald Araujo untuk memperkuat pertahanan. Meski demikian, Metropolitano masih berharap akan terjadi keajaiban. Sayangnya, waktu terus berjalan dan Barcelona berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
Baca Juga : Manchester United Tumbang di Markas Nottingham Forest, Anthony Elanga Jadi Mimpi Buruk
Akhir Musim yang Pahit bagi Atletico
Kekalahan ini mengonfirmasi kegagalan Atletico Madrid dalam meraih trofi musim ini. Setelah bulan Maret yang penuh tantangan, mereka kini harus mengalihkan fokus ke Piala Dunia Antarklub. Sementara itu, Barcelona melangkah ke final Copa del Rey dan berpotensi mencatatkan musim bersejarah.
Dengan kegagalan di LaLiga, Copa del Rey, dan Liga Champions, Atletico Madrid kini harus mengevaluasi strategi mereka untuk musim mendatang. Apakah Diego Simeone masih bisa membawa tim ini kembali ke jalur kemenangan? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Akhir Perjalanan Atlético Madrid